Fakultas Teknik - Magister Teknik Sipil, PRANATA GRIYA Vol. 2 No. 2, Juli 2015 (Views: 896)
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN (STUDI KASUS: PROYEK JALAN & JEMBATAN DI WILAYAH PROVINSI DKI JAKARTA, JAWA BARAT DAN BANTEN)
Eko Priarianto
ABSTRAK
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen resiko K3 dalam pelaksanaan proyek. Manajemen risiko menyangkut budaya, proses dan struktur dalam mengelola suatu risiko secara efektif dan terencana dalam suatu sistem manajemen yang baik. Manajemen risiko adalah bagian integral dari proses manajemen yang berjalan dalam perusahaan atau lembaga (ASNZS 4360:2004). Tanpa menerapkan manajemen risiko perusahaan dihadapkan dengan ketidakpastian. Manajemen tidak mengetahui apa saja bahaya yang dapat terjadi dalam organisasi atau perusahaannya sehingga tidak siap untuk menghadapinya. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko, penilaian risiko-risiko, serta bagaimana tindakan penanganan terhadap risiko K3 yang ada pada proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Metode yang digunakan adalah AHP (Analytical Hierarchi Process) yang kemudian pengolahan data menggunakan SPSS 21.0.Dari penelitian ini diperoleh delapan risiko tertinggi, yaitu : pekerja/fasilitas tertimpa material, alat drilling menabrak pekerja/fasilitas, longsornya galian, pekerja terkena percikan api las, kebakaran akibat tabung bocor, pekerja jatuh, robohnya cetakan beton, pekerja tertimpa peralatan dari ketinggian.
Kata kunci: Managemen Risiko, K3, Jalan Dan Jembatan, AHP
Download (Full Text): PDF